Nama : Josua Butar butar
NIM : 20143124731150010
Fakultas : Teknik Sipil Dan Perencanaan
Jurusan : Teknik Sipil
Mata Kuliah : Kreatifitas
Dosen : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd
Jembatan adalah sebuah struktur yang sengaja dibangun untuk menyeberangi jurang atau rintangan seperti sungai, lembah, rel kereta api maupun jalan raya. Jembatan dibangun agar para pejalan kaki, pengemudi kendaraan atau kereta api dapat melintasi halangan-halangan tersebut. Fungsi Jembatan saat ini sudah tidak lagi sebagai alat transportasi saja, namun sudah menjadi objek wisata yang memiliki nilai jual tinggi. Penambahan nilai estetika jembatan membuat wisatawan tertarik untuk menjadikannya sebagai objek wisata. Untuk itu perlu adanya kreatifitas dalam pembuatan jembatan. Ada banyak jenis jembatan yang tentunya berbeda-beda baik dari segi struktur maupun kekuatan sampai biaya pembangunannya.
Berikut jenis-jenis struktur jembatan
Jembatan Alang (Beam Bridge)

Jembatan alang adalah struktur jembatan yang sangat sederhana dimana
jembatan hanya berupa balok horizontal yang disangga oleh tiang penopang
pada kedua pangkalnya. Asal usul struktur jembatan alang berawal dari
jembatan balok kayu sederhana yang di pakai untuk menyeberangi sungai.
Di zaman modern, jembatan alang terbuat dari balok baja yang lebih
kokoh. Panjang sebuah balok pada jembatan alang biasanya tidak melebihi
250 kaki (76 m). Karena, semakin panjang balok jembatan, maka akan
semakin lemah kekuatan dari jembatan ini. Oleh karena itu, struktur
jembatan ini sudah jarang digunakan sekarang kecuali untuk jarak yang
dekat saja. Jembatan alang terpanjang di dunia saat ini adalah jembatan
alang yang terletak di Danau Pontchartrain Causeway di selatan
Louisiana, Amerika Serikat. Jembatan ini memiliki panjang 23,83 mil
(38,35 km), dan lebar 56 kaki (17 m).
Jembatan Penyangga (Cantilever Bridge)

Berbeda dengan jembatan alang, struktur jembatan penyangga berupa
balok horizontal yang disangga oleh tiang penopang hanya pada salah satu
pangkalnya. Pembangunan jembatan penyangga membutuhkan lebih banyak
bahan dibanding jembatan alang. Jembatan penyangga biasanya digunakan
untuk mengatasi masalah pembuatan jembatan apabila keadaan tidak
memungkinkan untuk menahan beban jembatan dari bawah sewaktu proses
pembuatan. Jembatan jenis ini agak keras dan tidak mudah bergoyang, oleh
karena itu struktur jembatan penyangga biasanya digunakan untuk memuat
jembatan rel kereta api. Jembatan penyangga terbesar di dunia saat ini
adalah jembatan penyangga Quebec Bridge di Quebec, Kanada. Jembatan ini
memiliki panjang 549 meter (1.801 kaki).
Jembatan Lengkung (Arch Bridge)

Jembatan lengkung memiliki dinding tumpuan pada setiap ujungnya.
Jembatan lengkung yang paling awal diketahui dibangun oleh masyarakat
Yunani, contohnya adalah Jembatan Arkadiko. Beban dari jembatan akan
mendorong dinding tumpuan pada kedua sisinya. Dubai, Uni Emirat Arab
saat ini sedang membangun Sheikh Rashid bin Saeed Crossing. Jembatan ini
dijadwalkan akan selesai pada tahun 2012. Jika proses pembangunan telah
selesai, jembatan ini akan menjadi jembatan lengkung terpanjang di
dunia.
Jembatan Gantung (Suspension Bridge)

Dahulu, jembatan gantung yang paling awal digantungkan dengan
menggunakan tali atau dengan potongan bambu. Jembatan gantung modern
digantungkan dengan menggunakan kabel baja. Pada jembatan gantung
modern, kabel menggantung dari menara jembatan kemudian melekat pada
caisson (alat berbentuk peti terbalik yang digunakan untuk menambatkan
kabel di dalam air) atau cofferdam (ruangan di air yang dikeringkan
untuk pembangunan dasar jembatan). Caisson atau cofferdam akan
ditanamkan jauh ke dalam lantai danau atau sungai. Jembatan gantung
terpanjang di dunia saat ini adalah Jembatan Akashi Kaikyo di Jepang.
Jembatan ini memiliki panjang 12.826 kaki (3.909 m) .
Jembatan Kabel-Penahan (Cable-Stayed Bridge)

Seperti jembatan gantung, jembatan kabel-penahan ditahan dengan
menggunakan kabel. Namun, yang membedakan jembatan kabel-penahan dengan
jembatan gantung adalah bahwa pada sebuah jembatan kabel-penahan jumlah
kabel yang dibutuhkan lebih sedikit dan menara jembatan menahan kabel
yang lebih pendek. Jembatan kabel-penahan yang pertama dirancang pada
tahun 1784 oleh CT Loescher. Jembatan kabel-penahan terpanjang di dunia
saat ini adalah Jembatan Sutong yang melintas di atas Sungai Yangtze di
China.
Jembatan Kerangka (Truss Bridge)

Jembatan kerangka adalah salah satu jenis tertua dari struktur
jembatan modern. Jembatan kerangka dibuat dengan menyusun tiang-tiang
jembatan membentuk kisi-kisi agar setiap tiang hanya menampung sebagian
berat struktur jembatan tersebut. Kelebihan sebuah jembatan kerangka
dibandingkan dengan jenis jembatan lainnya adalah biaya pembuatannya
yang lebih ekonomis karena penggunaan bahan yang lebih efisien. Selain
itu, jembatan kerangka dapat menahan beban yang lebih berat untuk jarak
yang lebih jauh dengan menggunakan elemen yang lebih pendek daripada
jambatan alang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar